Rabu, 05 Agustus 2015

[024] An Nuur Ayat 021

««•»»
[024] An Nuur Ayat 021
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 20][AYAT 22]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
21of64
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=24&tAyahNo=21&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#24:21

[024] An Nuur Ayat 020

««•»»
Surah An Nuur 20

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ وَأَنَّ اللَّهَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
««•»»
walawlaa fadhlu allaahi 'alaykum warahmatuhu wa-anna allaaha rauufun rahiimun
««•»»
Dan sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar).
««•»»
Were it not for Allah’s grace and His mercy upon you, and that Allah is all-kind, all-merciful.
««•»»

Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa kalau bukan karena karunia dan rahmat-Nya kepada mereka penyebar berita bohong, yang masih memberi kepada mereka hidup dengan segala kelengkapannya. Dan sekiranya Dia tidak Maha Penyantun dan Maha Penyayang, tentulah mereka itu sudah hancur binasa. Tetapi Dia senantiasa berbuat kepada hamba-Nya mana yang mendatangkan muslihat kepada mereka. sekalipun mereka itu telah melakukan pelanggaran-pelanggaran dan dosa serta maksiat kepada-Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sekiranya tidaklah karena karunia Allah kepada kalian) hai orang-orang yang menuduh (dan rahmat-Nya, dan Allah Maha Penyantun lagi Maha Penyayang) kepada kalian, niscaya Dia akan menyegerakan hukuman-Nya kepada kalian.
««•»»
And were it not for God’s bounty to you, O band [of accusers] and His mercy and that God is Gentle, Merciful, to you, He would have surely hastened to [bring about] your punishment.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 19][AYAT 21]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
20of64
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=24&tAyahNo=20&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#24:20

[024] An Nuur Ayat 019

««•»»
Surah Al Mu'minuun 19

إِنَّ الَّذينَ يُحِبّونَ أَن تَشيعَ الفاحِشَةُ فِي الَّذينَ آمَنوا لَهُم عَذابٌ أَليمٌ فِي الدُّنيا وَالآخِرَةِ ۚ وَاللَّهُ يَعلَمُ وَأَنتُم لا تَعلَمونَ
««•»»
fa-ansya/naa lakum bihi jannaatin min nakhiilin wa-a'naabin lakum fiihaa fawaakihu katsiiratun waminhaa ta/kuluuna
««•»»
Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu kamu makan,
««•»»
Indeed those who want indecency to spread among the faithful —there is a painful punishment for them in the world and the Hereafter, and Allah knows and you do not know.
««•»»

Lalu dengan sebab air hujan itu Allah menumbuhkan untuk manusia kebun-kebun kurma dan anggur dan selain itu kamu memperoleh pula di dalamnya banyak buah-buahan aneka warna yang dapat di makan dan ada pula dari tanam-tanaman itu yang jadi sumber penghidupan, seperti dari hasil pohon lada, pohon pala, pohon cengkeh dan sebagainya.

Dan dijadikan pula untuk manusia sejenis pohon kayu yang keluar dari Tursina yaitu pohon zaitun yang banyak tumbuh di sekitar gunung itu, yang banyak menghasilkan minyak dan sering digunakan untuk melezatkan hidangan makanan dan pada akhir-akhir ini dapat pula dijadikan sabun kecantikan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar berita perbuatan yang amat keji itu tersiar) dengan melalui mulut mereka (di kalangan orang-orang yang beriman) dengan menisbatkan perbuatan keji itu kepada mereka, yang dimaksud adalah segolongan dari kaum Mukmin (bagi mereka azab yang pedih di dunia) mendapat hukuman hudud menuduh berzina (dan di akhirat) oleh Allah dimasukkan ke dalam neraka. (Dan Allah Maha Mengetahui) ketiadaan perbuatan keji itu dari kalangan mereka (sedangkan kalian) hai golongan orang-orang yang melancarkan berita bohong, terhadap apa yang kalian katakan itu (tidak mengetahui) tentang adanya perbuatan keji di kalangan orang-orang yang beriman.
««•»»
Truly those who love that indecency should be spread, by the tongue, concerning those who believe, by its being associated with them — and the ones [meant] are the band — theirs will be a painful chastisement in the life of this world, by way of the prescribed [legal] punishment for [false] accusation, and the Hereafter, by way of the Fire, as is God’s due, and God knows, that such [indecency] does not apply in their case, and you, O band [of accusers], as regards the calumny of which you spoke, do not know, whether such [indecency] took place among them.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 18][AYAT 20]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
19of64
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=24&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#24:19

Minggu, 14 Juni 2015

[024] An Nuur Ayat 018

««•»»
Surah Al Mu'minuun 18

وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّاهُ فِي الْأَرْضِ وَإِنَّا عَلَى ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ
««•»»
wa-anzalnaa mina alssamaa-i maa-an biqadarin fa-askannaahu fii al-ardhi wa-innaa 'alaa dzahaabin bihi laqaadiruuna
««•»»
Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.
««•»»
Allah clarifies the signs for you, and Allah is all-knowing, all-wise.
««•»»

Lalu Allah menurunkan dari langit air hujan dengan kadar yang diperlukan, tidak terlalu lebat sehingga menimbulkan bencana banjir dan tidak sedikit sehingga cukup untuk mengairi kebun-kebun yang memerlukannya. Dan ada pula tanah-tanah yang memerlukan banyak air, akan tetapi tidak tahan menerima hujan yang lebat, maka air yang diperlukan itu didatangkan dari negeri lain melalui sungai-sungai yang besar seperti negeri Mesir dengan sungai Nilnya yang bersumber di tengah-tengah benua Afrika. Dan di samping membawa air yang diperlukan, juga membawa lumpur yang sangat bermanfaat untuk menambah kesuburan.

Dan sebahagian dari air itu Kami jadikan menetap dalam bumi untuk mengisi sumur-sumur dan parit-parit yang berfungsi dalam bidang irigasi, dan karena air dalam bumi itu bersentuhan pula dengan lapisan logam-logam dan zat kimia lainnya, menyebabkan pula air itu mengandung unsur-unsur kimiawi yang menambah kesuburan tanah, dan bila lewat di lereng gunung-gungung berapi dapat pula menjadi sumber-sumber air panas yang mengandung belerang, dan dapat dijadikan tempat pemandian air panas sangat berguna untuk menyembuhkan penyakit kulit dan sebagainya. Semua sumber-sumber kenikmatan penggunaan air itu, jika dimanfaatkan dengan rasa syukur ke hadirat Allah, niscaya akan lama dapat dinikmati, akan tetapi awas, sesungguhnya Kami berkuasa pula untuk menghilangkannya, terutama bila tempat-tempat itu dipakai untuk keperluan perbuatan maksiat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian) mengenai perintah dan larangan. (Dan Allah Maha Mengetahui) tentang apa yang Dia perintahkan dan apa yang Dia larang (lagi Maha Bijaksana) dalam hal ini.
««•»»
And God clarifies for you the signs, through commands and prohibitions, and God is Knower, of what He enjoins and what He prohibits, Wise, therein.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 17][AYAT 19]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of64
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=24&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#24:18

[024] An Nuur Ayat 017

««•»»
Surah An Nuur 17

يَعِظُكُمُ اللَّهُ أَنْ تَعُودُوا لِمِثْلِهِ أَبَدًا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
««•»»
ya'izhukumu allaahu an ta'uuduu limitslihi abadan in kuntum mu/miniina
««•»»
Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman.
««•»»
Allah advises you lest you should ever repeat the like of it, should you be faithful.
««•»»

Pada ayat ini, Allah SWT memperingatkan kepada orang-orang mukmin supaya mereka jangan kembali mengerjakan perbuatan yang jahat dan dosa yang besar itu, karena yang demikian itu, akan mengakibatkan hukuman had di dunia ini dan azab yang pedih di akhirat nanti, kalau memang mereka itu benar-benar beriman, karena orang-orang yang beriman itu akan taat kepada peringatan Allah, patuh kepada perintah-Nya menjauhi larangan-tarangan-Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Allah memperingatkan kalian) yakni melarang kalian (agar jangan kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kalian orang-orang yang beriman) yang mau mengambil pelajaran dari hal tersebut
.
««•»»
God admonishes you, He forbids you, lest you should ever repeat the like of it, if you are [in truth] believers, [then] you will be admonished by this.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 16][AYAT 18]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of64
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=24&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#24:17

[024] An Nuur Ayat 016

««•»»
Surah An Nuur 16

وَلَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُمْ مَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَذَا سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ
««•»»
walawlaa idz sami'tumuuhu qultum maa yakuunu lanaa an natakallama bihaadzaa subhaanaka haadzaa buhtaanun 'azhiimun
««•»»
Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar."
««•»»
And why did you not, when you heard it, say, ‘It is not for us to say such a thing. [O Allah!] You are immaculate! This is a monstrous calumny!’
««•»»

Pada ayat ini, diterangkan bahwa Allah SWT menyayangkan, mengapa ketika mereka mendengar berita bohong itu baik dari sumber pertamanya maupun dari orang-orang yang ikut-ikutan saja, tidak memberi reaksi, membantah dan dengan tandas mengatakan bahwa: bukanlah pada tempatnya memperhatikan berita itu. Maha Suci Allah akan membiarkan saja kejadian semacam itu. Allah SWT akan menghajar setiap orang yang menyiarkan berita bohong itu, karena yang demikian itu adalah hal yang tidak diridai Allah dan tidak dibenarkan oleh Rasul-Nya yang berarti menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu dilaknat di dunia dan di akhirat,

sebagaimana firman Allah SWT:
إن الذين يؤذون الله ورسوله لعنهم الله في الدنيا والآخرة وأعد لهم عذابا مهينا
Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.
(QS. Al Ahzab [33]:57)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan mengapa tidak, sewaktu) ketika (kalian mendengar berita bohong itu, kalian tidak mengatakan, "Sekali-kali tidaklah pantas) maksudnya tidak layak (bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau) lafal Subhaanaka menunjukkan makna Ta`ajjub (ini adalah dusta) bohong (yang besar.")
««•»»
And why, when you heard it, did you not say, ‘It is not for us to speak about this. Glory be to You! — this [exclamation] here is meant to indicate amazement — This is an awful calumny?’, [an awful] lie?
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 15][AYAT 17]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
16of64
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=24&tAyahNo=16&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#24:16

Jumat, 08 Mei 2015

[024] An Nuur Ayat 015

««•»»
Surah An Nuur 15

إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ
««•»»
idz talaqqawnahu bi-alsinatikum wataquuluuna bi-afwaahikum maa laysa lakum bihi 'ilmun watahsabuunahu hayyinan wahuwa 'inda allaahi 'azhiimun
««•»»
(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.
««•»»
when you were receiving it on your tongues, and were mouthing something of which you had no knowledge, supposing it to be a light matter, while it was a grave [matter] with Allah.
««•»»

Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa andai kata bukan karena karunia dun rahmat-Nya, pasti mereka penyebar berita bohong itu akan ditimpa azab; pertama karena mereka itu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut lalu berbincang-bincang tentang hal itu, kemudian turut menyebar luaskannya sehingga tidak satu rumah atau suatu tempat pertemuan yang luput dari berita bohong itu; kedua karena mereka turut mempercakapkan suatu berita bohong yang mereka tidak tahu sama sekali seluk beluknya, ketiga karena mereka menganggap enteng saja berita bohong itu, seakan-akan tidak berarti, pada hal berita bohong itu adalah suatu hal yang sangat buruk akibatnya dan dosa besar di sisi Allah SWT.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Di waktu kalian menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut) yaitu sebagian di antara kalian menceritakannya kepada sebagian yang lain. Lafal Talaqqaunahu berasal dari lafal Tatalaqqaunahu, kemudian salah satu dari huruf Ta dibuang sehingga jadilah Talaqqaunahu. Lafal Idz tadi dinashabkan oleh lafal Massakum atau oleh lafal Afadhtum (dan kalian katakan dengan mulut kalian apa yang tidak kalian ketahui sedikit jua, dan kalian menganggapnya suatu yang ringan saja) sebagai sesuatu hal yang tidak berdosa. (Padahal dia pada sisi Allah adalah besar) dosanya.
««•»»
when you were receiving it [welcomingly] with your tongues, that is to say, [when] you were reporting it one from the other (one of the two letters tā’ has been omitted from the verb [tatalaqqawnahu, ‘you were receiving it’]; idh, ‘when’, is dependent because of massakum, ‘befallen you’, or afadtum, ‘engaged in’) and were uttering with your mouths that whereof you had no knowledge, supposing it to be a light matter, a sinless [act], while with God it was grave, in sinfulness.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 14][AYAT 16]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of64
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=24&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#24:15