Jumat, 08 Mei 2015

[024] An Nuur Ayat 015

««•»»
Surah An Nuur 15

إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ
««•»»
idz talaqqawnahu bi-alsinatikum wataquuluuna bi-afwaahikum maa laysa lakum bihi 'ilmun watahsabuunahu hayyinan wahuwa 'inda allaahi 'azhiimun
««•»»
(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.
««•»»
when you were receiving it on your tongues, and were mouthing something of which you had no knowledge, supposing it to be a light matter, while it was a grave [matter] with Allah.
««•»»

Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa andai kata bukan karena karunia dun rahmat-Nya, pasti mereka penyebar berita bohong itu akan ditimpa azab; pertama karena mereka itu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut lalu berbincang-bincang tentang hal itu, kemudian turut menyebar luaskannya sehingga tidak satu rumah atau suatu tempat pertemuan yang luput dari berita bohong itu; kedua karena mereka turut mempercakapkan suatu berita bohong yang mereka tidak tahu sama sekali seluk beluknya, ketiga karena mereka menganggap enteng saja berita bohong itu, seakan-akan tidak berarti, pada hal berita bohong itu adalah suatu hal yang sangat buruk akibatnya dan dosa besar di sisi Allah SWT.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Di waktu kalian menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut) yaitu sebagian di antara kalian menceritakannya kepada sebagian yang lain. Lafal Talaqqaunahu berasal dari lafal Tatalaqqaunahu, kemudian salah satu dari huruf Ta dibuang sehingga jadilah Talaqqaunahu. Lafal Idz tadi dinashabkan oleh lafal Massakum atau oleh lafal Afadhtum (dan kalian katakan dengan mulut kalian apa yang tidak kalian ketahui sedikit jua, dan kalian menganggapnya suatu yang ringan saja) sebagai sesuatu hal yang tidak berdosa. (Padahal dia pada sisi Allah adalah besar) dosanya.
««•»»
when you were receiving it [welcomingly] with your tongues, that is to say, [when] you were reporting it one from the other (one of the two letters tā’ has been omitted from the verb [tatalaqqawnahu, ‘you were receiving it’]; idh, ‘when’, is dependent because of massakum, ‘befallen you’, or afadtum, ‘engaged in’) and were uttering with your mouths that whereof you had no knowledge, supposing it to be a light matter, a sinless [act], while with God it was grave, in sinfulness.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 14][AYAT 16]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of64
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=24&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#24:15

[024] An Nuur Ayat 014

««•»»
Surah An Nuur 14

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
««•»»
walawlaa fadhlu allaahi 'alaykum warahmatuhu fii alddunyaa waal-aakhirati lamassakum fii maa afadhtum fiihi 'adzaabun 'azhiimun
««•»»
Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu.
««•»»
Were it not for Allah’s grace and His mercy upon you in this world and the Hereafter, there would have befallen you a great punishment for what you ventured into,
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa andaikata bukan karena karunia di dunia ini kepada orang-orang penyebar berita bohong itu dengan banyaknya nikmat yang telah diberikan kepada mereka antara lain diberinya kesempatan bertobat, dan rahmat-Nya di akhirat dengan dimaafkan mereka dari perbuatan dosa dan maksiat mereka sesudah tobat maka akan ditimpakan dengan segera oleh Allah SWT azab kepada mereka di dunia atas perbuatannya menyebarkan fitnahan dan berita bohong.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sekiranya tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kalian semua di dunia dan di akhirat, niscaya kalian ditimpa, karena pembicaraan kalian) hai golongan yang menuduh (tentang berita bohong itu, azab yang besar) di akhirat kelak.
««•»»
And were it not for God’s bounty to you and His mercy in the life of this world and the Hereafter there would have befallen you, for what you, O band [of accusers], engaged in, [for] what you indulged in, an awful chastisement, in the Hereafter;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of64
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=24&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#24:14

[024] An Nuur Ayat 013

««•»»
Surah An Nuur 13

لَوْلَا جَاءُوا عَلَيْهِ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا بِالشُّهَدَاءِ فَأُولَئِكَ عِنْدَ اللَّهِ هُمُ الْكَاذِبُونَ
««•»»
lawlaa jaauu 'alayhi bi-arba'ati syuhadaa-a fa-idz lam ya/tuu bialsysyuhadaa-i faulaa-ika 'inda allaahi humu alkaadzibuuna
««•»»
Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Olah karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang- orang yang dusta.
««•»»
Why did they[1] not bring four witnesses to it? So when they could not bring the witnesses, they are liars in Allah’s sight.
[1] That is, those who had spread the slander accusing the Prophet’s wife and one of the Companions.
««•»»

Pada ayat ini, Allah SWT menunjukkan kebencian-Nya kepada orang-orang penyebar berita bohong itu, mengapa mereka tidak mendatangkan empat orang saksi atas kebenaran fitnahan yang disebarkan dan dituduhkan kepada Sitti Aisyah r.a. itu? Tidak didatangkannya empat orang saksi oleh mereka itu, berarti bahwa mereka itu bohong di dalam pemberitaan mereka, baik di sisi Allah maupun di kalangan manusia.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mengapa tidak) (mendatangkan) golongan yang menuduh itu (empat orang saksi atas berita bohong itu?) maksudnya orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu. (Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah) menurut hukum-Nya (orang-orang yang dusta) dalam tuduhannya.
««•»»
Why did they, that is, this band [of accusers], not produce four witnesses to it?, who had witnessed it. And since they did not produce the witnesses, those, in God’s sight, in His judgement, they are liars, in this [matter].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 12][AYAT 14]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of64
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=24&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#24:13