««•»»إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ
««•»»
idz talaqqawnahu bi-alsinatikum wataquuluuna bi-afwaahikum maa laysa lakum bihi 'ilmun watahsabuunahu hayyinan wahuwa 'inda allaahi 'azhiimun
««•»»
(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.
««•»»
when you were receiving it on your tongues, and were mouthing something of which you had no knowledge, supposing it to be a light matter, while it was a grave [matter] with Allah.
««•»»
Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa andai kata bukan karena karunia dun rahmat-Nya, pasti mereka penyebar berita bohong itu akan ditimpa azab; pertama karena mereka itu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut lalu berbincang-bincang tentang hal itu, kemudian turut menyebar luaskannya sehingga tidak satu rumah atau suatu tempat pertemuan yang luput dari berita bohong itu; kedua karena mereka turut mempercakapkan suatu berita bohong yang mereka tidak tahu sama sekali seluk beluknya, ketiga karena mereka menganggap enteng saja berita bohong itu, seakan-akan tidak berarti, pada hal berita bohong itu adalah suatu hal yang sangat buruk akibatnya dan dosa besar di sisi Allah SWT.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Di waktu kalian menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut) yaitu sebagian di antara kalian menceritakannya kepada sebagian yang lain. Lafal Talaqqaunahu berasal dari lafal Tatalaqqaunahu, kemudian salah satu dari huruf Ta dibuang sehingga jadilah Talaqqaunahu. Lafal Idz tadi dinashabkan oleh lafal Massakum atau oleh lafal Afadhtum (dan kalian katakan dengan mulut kalian apa yang tidak kalian ketahui sedikit jua, dan kalian menganggapnya suatu yang ringan saja) sebagai sesuatu hal yang tidak berdosa. (Padahal dia pada sisi Allah adalah besar) dosanya.
««•»»
when you were receiving it [welcomingly] with your tongues, that is to say, [when] you were reporting it one from the other (one of the two letters tā’ has been omitted from the verb [tatalaqqawnahu, ‘you were receiving it’]; idh, ‘when’, is dependent because of massakum, ‘befallen you’, or afadtum, ‘engaged in’) and were uttering with your mouths that whereof you had no knowledge, supposing it to be a light matter, a sinless [act], while with God it was grave, in sinfulness.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 14]•[AYAT 16]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of64
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=24&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#24:15
when you were receiving it [welcomingly] with your tongues, that is to say, [when] you were reporting it one from the other (one of the two letters tā’ has been omitted from the verb [tatalaqqawnahu, ‘you were receiving it’]; idh, ‘when’, is dependent because of massakum, ‘befallen you’, or afadtum, ‘engaged in’) and were uttering with your mouths that whereof you had no knowledge, supposing it to be a light matter, a sinless [act], while with God it was grave, in sinfulness.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 14]•[AYAT 16]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of64
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=24&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#24:15
